Pancasila Bukan Sekedar Symbol Negara



Dasar Negara Kita
Freen, sebagai anak Bangsa Indonesia, lahir dan dibesarkan di Indonesia, makan dan minum dari bumi Indonesia, menikmati kemerdekaan atas perjuangan Pahlawan Bangsa yang rela berkorban harta dan jiwa demi nusa bangsa Indonesia, jadi sudah sepatutnyalah kita harus mengetahui dengan benar apa dan bagaimana Pancasila sebagai hasil perjuangan faunding father kita mengelorakan semangat patriotisme dalam nilai-nilai luhur persatuan, benar nggak freen ? Selanjutnya bagaimana kita menjalankan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada era modern yang multi informasi sekarang ini.

    Oktober tidak salah kalau ene mengatakan sebagai bulan refleksipengamalan kita terhadap Pancasila pada kehidupan kita berbangsa dan bernegara Indonesia, mengingat tanggal 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila. Freen, Pancasila bukan saja simbol negara, Pancasila menurut artinya dari bahasa sangsekerta berarti Panca berarti Lima dan Sila berarti Prinsip/Asas, jadi Pancasila berarti Lima Prinsip/Asas, kalau kita deskripsikan lebih luas dengan Lima Prinsip yang terkandung didalamnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yakni “menjadikan pribadi kita sebagai anak bangsa yang menjalankan lima nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila”, benar nggak freen.
          
       Yuk freen kita bahas lima prinsip Pancasila dalam menjalankan kehidupan kita berbangsa dan bernegara, prinsip yang pertama berbunyi “Ketuhanan yang maha esa”, ane tidak akan mengulas mendalam mengenai pengertian Prinsip/Asas/Norma. Sudah sangat jelas freen untuk mencerminkan pengamalan kita terhadap Pancasila maka setiap pribadi kita yang menjadi orang Indonesia, suka ataupun tidak suka wajib percaya kepada tuhan yang maha esa dengan menganut dan menjalankan salah satu agama resmi di negara Indonesia, titik ya freen nggak usah pake koma ntar kalau ada koma menjadi perdepatan yang tidak habis-habisnya.
        
      Lanjut ya Freen, prinsip yang kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, makna kalimat ini sangat dalam freen, ada tiga kata yang harus kita pegang teguh yakni manusia, adil dan adab. Kalau kita kupas begini menurut ane, manusia adalah mahluk sosial maka dalam bersosialisasi kita harus mengedepankan rasa kemanusiaan kita apakah itu ? yakni saling menghargai, saling menghormati, saling mengasihi, saling tolong menolong dan tenggang rasa, hal ini berlaku universal tidak memandang suku, bangsa, ras, negara dan agama. Apalagi dalam bingkai negara Indonesia. Selanjutnya adil, kata ini juga bermakna universal, maksudnya semua manusia mengharapkan adil dalam disikapi dan adil juga dalam mensikapi segala persoalan. Dan terakhir kata adab, manusia dalam hubungan sosialnya juga harus mengedepankan adab, norma atau sompan santun sehingga setiap langkah dan tindakannya menjadi nyaman dan aman.
                
     Prinsip berikutnya freen yang ketiga “Persatuan Indonesia” , freen Indonesia dari sabang sampai marauke terdiri dari pulau-pulau, suku-suku, agama, dan ras. Dan kalau ane mau menuliskan keragamannya bangsa kita rasanya tak cukup waktu ane membahasnya benar nggak ya freen hehehe. Indonesia lahir dari rahim menyatunya perjuangan, menyatunya pejuang, menyatunya semangat dan ideologi untuk mewujudkan kemerdekaan dalam bingkai negara kesatuan Indonesia. Persatuan dalam kebhinekaan Indonesia merupakan perwujudan perjuangan pendiri bangsa ini, warisan leluhur yang adi luhung perlu selalu dijaga dan dilestarikan. Kekuatan besar yang sangat disegani dan dihormati bangsa lainnya didunia ini. Oleh karena itu freen, kita harus terus menjaga bangsa ini dalam persatuan, kita jangan sampai terprovokasi untuk melakukan perpecahan, karena bangsa ini lahir bukan karena hadiah dari manapun, persatuan ini lahir bukan dengan kontrak dengan bangsa manapun. Bangsa ini lahir dengan persatuan karena pengorbanan harta dan jiwa leluhur kita.
                
    Prinsip yang ke empat “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”, pada prinsip ini freen, dalam belbagai hal masyarakat terutama pengayom masyarakat harus mengedepankan kepentingan rakyat dan negara dalam setiap kebijakan. Sorry ya freen ane tidak secara gamblang menjelaskan siapa yang dimaksud masyarakat dan pengayom masyarakat, soalnya pasti banyak yang bakal dibahas, ane kan jadi lelah freen hehehe. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama, dan mengedepankan kebersamaan daripadi kepentingan pribadi atau golongan. Serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang semuanya dipertanggung jawabkan kepada tuhan yang maha esa.
                
      Dan prinsip terakhir freen yang ke kelima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Sangat jelas dari kalimatnya freen, bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seluruh rakyat Indonesia harus mendapatkan hak dan kewajiban yang sama, baik itu dalam urusan sosial, hukum, pendidikan, politik dan kesejahteraan. Ya meskipun harus kita sadari juga masih banyak rakyat Indonesia yang merasa termarjinalkan dengan pemenuhan terhadap kebutuhan mendasarnya oleh pemerintah, hal ini tentu perlu  evaluasi oleh penyelenggaraan pemerintahan baik pusat maupun daerah benar nggak freen.
               
      Freen apa yang ane ulas diatas belum tentu tepat semuanya, dan yang paling ane sadari luas sekali pengertian dari lima sila yang terkandung dalam Pancasila. Harapannya nih minimal ane pribadi dapat memahami bagaimana ideologi bangsa ini harus di teggakkan semaksimal mungkin, sehingga kita benar benar dapat merasa sebagai bangsa yang berbhineka tunggal ika. Setiap kalimat yang terkandung dalam Pancasila sangat dalam sekali arti serta maknaya freen jadi kita jangan segan-segan untuk membaca dan mengamalkannya. Terakhir Freen ane sampaikan kepada kita semua, pertama jangan malakukan ‘Korupsi’ karena sesungguhnya korup adalam prilaku yang menciderai nilai-nilai Pancasila dan tentu pula melukai pendiri bangsa ini, apa bedanya kalau begitu koruptor dengan ‘Penghianat Bangsa’ benar nggak tuh ! Kedua ane mengajak kita semua untuk menjauhi ‘Narkoba’ karena sesunguhnya prilaku mengkonsumsi ‘Narkoba’ sama dengan kita menghancurkan bangsa kita, apalagi mengedarkan ‘Narkoba’ ini kejahatan yang sama dengan ‘Penjajah’, dan untuk penjajah harus kita usir dari bumi pertiwi. Demikian freen dah capek dan ngantuk banget, see you.. (dekat gelas 5/10/2016)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Skywave

Menulis Populer Yuk ?